LeVan story
(THE REAL OF
LOVE FROM HER TO HIS)
Tittle:LeVan
Story
Genre:Roman,Sad,Friendly
Rating:Teenager
Author:(Secret)
Cast:Semua
murid&guru di sekolah penulis asli.
NOTES:
SEMUA
DI SINI ADALAH KISAH NYATA,MUNGKIN ADA PERUBAHAN ALUR LANTARAN TERLUPANYA ALUR
OLEH PENULIS ASLI.NAMUN,INTIN CERITA TETAP.
Dataku&dia:
Namaku
Aileena Nisa Atika Shafa atau Aileen,aku akan bercerita tentang seseorang yg
membuatku terhipnotis akan sosoknya sejak kelas 4 hingga sekarang aku kelas 8.Cinta itu memang indah,namun tak akan begitu jika tak dibalasnya.
Sosok
itu Ivan,banyak yg nge-fans dengan dia.Namun,sepertinya dia tertarik dengan
anak kelas sebelah-Sisi yg notabene-nya primadona kelas.Sifatnya yg misterius&sedikit
pendiam,telah menjatuhkanku.
Sinopsis:
Ini
adalah cerita antara Aileen&Ivan,bagaimana perjuangan Aileen untuk
megetahui seluk-beluk kehidupannya,merebut cintanya,mencarinya saat jauh,hingga
kini pertemuan di sebuah komplek.Berkisah juga tentang sepak terjang Aileen
selama di SD,bully,perjuangan,kisah di balik segala hal yg jarang
terungkap,sampai sejuta misteri.
Sumpah,yg
namanya bangun itu malas pakai banget.Tapi,come on guys,ini hari pertama aku
jadi murid kelas 4 tanpa status.Ha ha ha…Oh ya,kenalan dulu ya!Namaku Aileena
Nisa Atika Shafa atau Aileen.Dulu,aku murid kelas 3c,tapi sekarang kelas C
sudah dihapus&murid kelas C akan dimasukkan ke kelas A atau B yg artinya
membuat kami terpisah dan asli,aku galau pakai banget.AKU BENCI PERPISAHAN.
Dengan
berjalan kaki,aku sudah sampai di sekolahku tepat pukul 06.55,sekolahku tampak
ramai.Maklum saja,tahun ajaran baru sudah dimulai&sekolah yg biasa penuh
wajah asing,sekarang lebih penuh lagi dengan ditambah tawa aneh para ibu2
bergosip.
“Hei,Leen!”Sapa
Geby-temanku di kelas C.
“Hei,Geb!Liburan
kemana aja?”Balasku.
“Paling
di rumah doang!”
“Ngikutin,gue
cuma ke Gramed.”
“Cuma
lagi!Eh,kelas 4 dimana?”
“Loe
nanya sama gue?Gue aja baru datang.”
“Sorry,kayaknya
banyak murid baru deh!”
“Siapa
aja?”
“Gak
tahu.”
Singkat
saja kuceritakan tentang sekolahku,sekolah yg tidak terlalu luas ini baru saja
selesai mengalami renovasi besar-besaran lantaran rubuh terkena angin kencang
pada tahun 2007.Sebenarnya sekolah kami sudah dalam keadaan sekarat,dinding
sudah mulai runtuh,lantai beraspal sudah mulai rusak,atap sudah sedikit
hancur,dan asli seperti kandang kambing tanpa kambing!Kalau ada yg pernah
menonton film Rumah Tanpa Jendela,lihatlah sekolah di sana,itu nyaris mirip
sekolah kami.Namun…kami tetap bahagia sekolah di sana,karena menurut kami ada
suatu keistimewaan tersendiri di tempat itu.
“Ke
lapangan woy!”Seru anak2 lain,aku&Geby-pun berjalan ke lapangan yg berada
di luar sekolah.
Bingung
ya,maksud lapangan itu?Lapangan itu bukan bagian dari sekolah,itu adalah
lapangan komplek dimana aku tinggal&sekolahku berdiri.Lapangan itu
luas&cukup untuk menampung murid2 sekolahku yg jumlahnya beribu.Tanpa
aba2,semua murid langsung berbaris.
“Selamat
datang anak2 ku sekalian,khususnya untuk murid2 kelas 1,”Mulai kepala sekolah
kami.Aku dan banyak murid2 kelas yg lebih tinggi lebih sedikit malas
mendengarkannya.
“Baiklah,sekarang
murid kelas 4 ikut Bu Siti&Bu Tita selaku wali kelas!”Perintah kepala
sekolah diikuti pekik terkejut beberapa murid kelas 4.
“Gila
aja kalau wali kelas gue,Bu Tita!Bisa mati berdiri gue!”Seru Lia.
“Emang
Bu Tita hantu apa?”Balasku.
“Wey,loe
gak tahu ganasnya kan?”
“Tahu
dikit dari kakak kelas,diajar aja belum pernah loe!”
“Amit2
gue diajar sama tuh,guru.”
“Jangan
nyesel…”
“Gak
akan!”Bu Tita adalah guru kelas 4 yg kata kakak2 kelasku sih,galak.Tapi jujur
saja,beliau adalah guru matematika terbaik yg pernah kukenal.
Aku&Lia
berjalan beriringan menuju kelas kami yg merupakan ruangan baru.Ralat,bukan
kelas kami,tapi kelas sementara.
Apa
yg tak ku harapkan dating juga,“Baiklah,sudah 1 minggu kita semua belajar dalam
satu ruangan,sekarang akan diadakan pembagian kelas!”Seru Bu Siti yg membuat
kelas sedikit sunyi,terdengar sedikit bisik-bisik dari murid kelas C.
Tibalah
hari yg KU BENCI.Kenapa?Karena saat ini akan terjadi pembagian kelas khusus
untuk kelas C.Ternyata doaku agar kelas C tidak dipisah tidak
dikabulkan.Padahal kita semua sudah merasa nyaman,nyaris saja aku
menangis.Tiba-tiba…
“Aileena
Nisa Atika Shafa,kelas 4a!”Seru Bu Siti,tanpa ekspresi,aku bergabung dengan
murid-murid kelas A lain.
Pembacaan
terus dilakukan,tiba-tiba…”Ahmad Rizki,kelas 4b!”Seru Bu Tita.Aku
terkejut&ingin rasanya pindah ke kelas B.Rizki;adalah adik-adikan ku.Aku
sendiri menganggap dia sebagai adik sejak kelas 2,sejak dia meminta maaf padaku
karena membuatku menangis.
“Leen,kira-kira
si kembar kelas berapa?”Tanya Dini-murid kelas A yg telah ku kenal sejak kelas
3.
“Sisi-Silvi?”Sahutku,Sisi-Silvi
adalah temanku di kelas C,mereka kembar yg identik sehingga sulit dibedakan.
“Bukan,tapi
Ivan&Irfan.”
“Hah?!Siapa,tuh?Murid
baru ya?”
“Iya,katanya
pindahan dari Bandung.”Mataku berbinar,Bandung adalah kota impianku sejak kecil,namun
sayangnya tak ada kesempatan untukku agar bisa mengunjungi kota itu.
“Yang
jelas jangan sampai kayak Sisi-Silvi.”
“Tahu
ya,masa Sisi di kelas A,Silvi di kelas B.”
“Kasihan
banget tahu…”
Dimulailah
pembagian untuk murid baru alias pindahan,”Ni,keluar yuk!Pengap,nih!”Ajakku
pada Aghni-temanku di kelas C.
“Entar
dulu,ah!”Balas Aghni.Aku-pun keluar sendirian,tidak terlalu jauh.
“Leen,kamu
kelas A,kan?”Tanya Aisyah atau Ica-sahabatku seja kelas 1c.
“Iya,kamu?”Sahutku.
“Sama!”Kegembiraan-pun
menyelimuti kami lantaran dapat satu kelas kembali.Memang,Ica sudah ku anggap
sebagai adik sendiri,walau dulu pernah terpisah saat kami kelas 2 karena Ica
pidah ke Ciputat,tapi setelah kelas 3;kami bersama kembali.
“Eh,kumpul
ke kelas 3!”Seru Dimas.Kami-pun berjalan ke ruang kelas 3,tepatnya dulu kami
tempati sebagai kelas 3c.
Aku
tak terlalu ingat bahkan memperdulikan apa yg terjadi di sana,yg jelas terjadi
perkenalan dengan guru baru.Guru yg kelak menjadi wali kelasku-Bu Siti.
“Baiklah,mungkin
cukup untuk hari ini.Searang,semuanya boleh pulang!”Seru Bu Siti.Semua murid
bersorak dan langsung mengambil tas,menyalimi Bu Siti lalu melenggang keluar
kelas.
Sementara
aku,Ica,dan Azeda masih di dalam kelas.Entah apa yg membuat kami lama di
sana,sampai wali kelas baru kami itu menghampiri kami bertiga.
“Murid
kelas C,ya?”Tanya Bu Siti.
“Iya,bu!”Jawab
kami bertiga.
“Ini
namanya siapa?”Bu Siti kembali bertanya seraya menunjuk Azeda.
“Azeda,”Jawab
Azeda.
“Biasa
di rumah dipanggilnya apa?”
“Kalau
sama ibu sih,kakak.Soalnya saya anak tertua.”
“Kalau
ini?”Bu Siti menunjuk Ica.
“Aisyah
atau Ica.”
“Kalau
di rumah dipanggil?”
“Ica.”
“Oh,yg
ini pasti Aileen!”Kata Bu Siti.
“Kok,ibu
tahu?”Tanyaku keheranan.
“Rata-rata
guru di sini udah kenal kamu,”Jelas Bu Siti yg membuatku tersipu.
Memangnya
siapa aku hingga rata-rata guru mengenalku padahal aku tak terlalu mengenal
mereka?Ingatanku kembali pada saat aku kelas 1.Saat aku dikatakan oleh guru
olahraga,’Pintar-pintar tapi bandel!’Bukan maksud untuk meyombongkan diri,saat
itu bias dikatakan aku itu bintang kelas&memang secara kenyatan
begitu.Namun aku dikatakan sebagai salah satu murid kelas 1 yg nakal.Aku tak
merasa itu sebagai kenakalan yg berarti,tapi sebagai tahap penyesuaian diri
setelah dari TK,karna dulu aku masih sangat ingin kembali ke sana.Yang
kuperbuat adalahhal sederhana seperti jalan-jalan di kelas saat pelajaran
berlangsung atau tak ada guru,bermain-main bersama anak lain(yg pastinya
laki-laki),dan jarang sekali aku membuat kegaduhan berarti.Aku menjadi
perbincangan guru setelah UAS,saat aku berhasil mematahkan pendapat guru
olahragaku bahwa aku tak akan menjadi murid yg diperhitungkan.
Flashback
(saat aku kelas 1):
“Siapa
aja yg jalan-jalan?!”Bentak guru olahragaku(nama kurahasiakan saja).Hari itu
hari Rabu&sedang berlangsung pelajaran IPA.Wali kelasku sedang kuliah
mendadak.
“Alvin!”
“Dede!”
“Dennis!”Nama-nama
pelaku mulai tersebutkan,hingga…”Aileen!”Seperti dugaanku,namaku-pun mencuat
pada akhirnya.
“Semuanya
maju!”Bentaknya lagi,sepertinya jalan-jalan di kelas menjadi hal yg paling
dibenci beliau.
“Tapi
pak,saya tadi mau ke kamar mandi,”Bantah seseorang&aku tahu dia benar.
“Kenapa
gak izin dulu ke bapak?!Main nyelonong aja!”Sahut devil teacher yg kudengar
tidak disukai seantero murid di sana,kecuali tentu saja anaknya yg kelas 2 di
sana.
“Pak,kita
kan gak tahu kalau bapak ada,”Belaku.
“Kenapa
gak ke kantor?”Balasnya.
“Jalan-jalan
keluar kels kan,lebih parah lagi pak!Lagian dia baru kali ini kayak gitu untuk
alasan yg benar lagi!
“Yaudah
duduk!Aileen,kamu maju!Dengar tidak!Mana telingamu!”Lanjutnya.
Udah
salah,masih aja ngebela diri,Batinku.Aku-pun maju,tidak dengan rasa malu sama
sekali.Aku tak terlalu mengerti konsep berfikir orang-orang ini pada saat
itu,yg menginginkan murid duduk rapi bagaikan anggota kerajaan Inggris.
Aku&beberapa
tersangka lain berdiri di depan kelas selama pelajaran berlangsung.Aku tak
terlalu mempermasalahkan ini karena ini lbih baik daripada harus duduk di
kursi.
“Semuanya,ke
lapangan!”Seru devil teacher itu.Serentak kami semua berhambur keluar
kelas.Tiba-tiba…
Oh
iya,tugasku!Batinku terkejut.Aku teringat bahwa ada satu soal IPA yg belum
kukerjakan.
Tanpa
berfikir panjang,aku langsung berlari ke kursiku,menyelesaikan satu soal
tersebut,dan lari ke lapangan.
Di
lapangan,murid kelas 1 semuanya telah berkumpul.Dan…”Kamu lagi,kamu lagi!Kenapa
baru datang?!”Seru devil teacher.Aku terdiam sesaat.
“Habis
ngerjain tugas,pak!”Jawabku,kelak aku tahu bahwa itu tak harus dijawab.
“Tahu,hukuman
bagi murid yg telat?”Aku menggeleng saat devil teacher itu sedang memegang
pemukul kasti.Dan…
BRAK
BRAK…!!!Pemukul kasti itu menghantam kakiku seketika,sebanyak 2 kali.
“Kamu
itu ketua kelas,harus jadi contoh yg baik!”Lanjutnya,pikiranku menduga bahwa
karena aku ketua kelas,aku selalu jadi sasaran.
Back
to Now:
“Leen,ayo
pulang!”Ajak Azeda.Ingatan masa laluku yg samar-samar itu-pun
hancur.Aku,Azeda,dan Aisyah berjalan keluar kelas bersama-sama.
“Eh,ini
kelas berapa?”Tanya Bu Iis-guru agama Islam untuk kelas 1-3.
“Kelas
4a…!!!”Jawab kami bertiga serempak.
“Baik-baik
ya di sana,sama teman baru,”Nasihat Bu Iis.
“Iya,bu!”Jawab
kami bertiga serentak.Entah apa yg ada di pikiranku,yg jelas tak tersirat
sedikit-pun kesedihan akan perpisahan di kelas C.
Malamnya,”Besok,gue
ada di kelas,4a?Besok gue gak akan satu kelas bareng…Julia,Rizki,Silvi…Besok
gak ada lagi kelas,3c?”Gumanku
Komentar
Posting Komentar