MISTERI RUMAH ITU.. 2

Dipagi hari besoknya
“Hoamm.. Akhirnya gue bisa tidur! Mimpi apa gue semalem bisa kayak begitu gue ngalaminnya! Semoga ini yang terakhir kalinya!”Kata Andi.

  Pagi ini Aku, dan Reno ingin melanjutkan introgasi rumah yang tepat ada didepan rumahku. Hari ini juga aku, gak cuman berdua buat menintrogasi rumah Tua itu, tapi aku ditemani temen dekat kita berdua juga. Mereka berdua namanya adalah, Fania dan Vida. Fania dan Vida sama-sama teman sekelas kita berdua disekolah, Fania itu anaknya Pinter, Supel, dan agak tulalit. Kalo Vida itu anak cantik, pinter juga, tpi agak Kudet.
  Ketika kami semua sudah berkumpul dirumah ku, tanpa Tante Sinta. Karena dia sudah pulang kerumahnya. Akhirnya kita langsung Memikirkan, bagaimana Rencana untuk memecahkan misteri yang ada dirumah lelaki tua tersebut, Sementara Lelaki Tua itu sedang dirawat dirumah sakit, kami semua ingin memanfaatkan waktu untuk Menintrogasi.
“Faniaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Teriak Vida.
“Vidaaaaaaaaaaaa Hahahaha..”Lanjut Fania.
“Eh lo kayak apaan tau dehh? Ayo Ndi kita kayak mereka! Andiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii” Gumam Reno, sambil berlari untuk memeluk Andi.
“Renooooooooooooooooooooooooo, Lo semua kenapa sihh? GJ dehh! Haha.. Ehh kita sekarang itu mau cari pemecahan masalah bukan buat kangen-kangenan. Lagian kita juga baru libur 2hari!”Lanjut Andi.
“Iya-iya gue tau kokJ lagian emang kenapa sihh? Kan kita sahabatan :p” Ledek Vida.
“Iya gue tau, tapi apa salahnya sihh? Kita kangen-kangenan dulu.. BILANG AJA LU KAGAK KANGEN SAMA KITA-KITA?” Tegas Fania.
“Hahahaha.. Boleh sihh! Yaudah map-maap!”Lanjut Andi.
“yaudah-yaudah cepetan kalo mau bikin misi-misinya.”Cemberut Reno.

   Dengan basa-basi yang kurang mengenakkan, akhirnya kami semua melanjutkan untuk membuat Rencana yang ingin kita buat.
“Ehh, Gue punya akal. Gimana kalo langsung masuk aja sekarang?”Kata Reno.
“Ahh gila lu! Masa langsung nyelonong aja! Dasar DODOLL”Bingung Vida.
“Iya sihh… yaa terus gimana? Ehh Andi bantu mikir napa..! Jangan gue doang! Yang lain juga bantuin mikir!” Tegas Reno.
“Iya gue juga lagi MIKIR!” Lanjut Andi.
“Ehh gimana kalo kita pake caranya Reno, tapi kita pake TakTiknya juga. Caranya Kita harus punya Senter, Pistor Air, sama Pemukul Baseball. Gimana?” Gumam Fania.
“aaaaaaaaaaa Gue setujua sama lo Ni. Tapi gue gak punya Pemukul Baseboll. Terus gimana?”Kata Andi
“Oh iya gue juga gak punya.. Gimana dong?” Gumam Reno.
“yaudah.. gapapa! Kalo lo Vida? Punya gak?” Tanya Fania.
“Iya gue punya. Kan lu tau sendiri kalo gue itu suka banget main Baseboll” Lanjut Vidi.
“Oh yaudah! Berarti yang punya cuman gue sama Vidi doang yaa?”Tanya Fania.
“Iya. Terus?” Jawab Reno.
“Berarti nanti kita, berdua-berdua gitu?” Tanya Vidi.
“iya. Jadi nanti biar gue sama Andi. Nah kalo lo Vidi, bareng sama Reno yaa! Gimana Setuju gak?” Kata Fania.
“aaaaaaaaaaa Fania.. Gue setuju banget! Yaudah gpp dah biar gue bareng Vidi aja dahh!” Girang Reno.
“Hahahah! Itu mah mau emang Lu nya aja yang kepengenan! Mang Vidi pengen bnran?” Tanya Andi.
“Hahahahahahaha!” Lanjut Vidi.
“yeee malah ketawa lagi lu! Gue Tanya lu mau apa ngga bareng Reno? Kalo ngga mau, biar gue aja yang bareng sama Reno!” Lanjut Fania.
“iyaiyaiyaiyaiya.. Gue mau! Hmm.. tapi itu cuman pas masuk doang kan? Abis itu langsungkan kita bareng-bareng?”Tanya Vidi.
“Huaahahaha.. Tuh kan bener. VIDI ITU MAU BARENG SAMA GUE!” Ledek Reno.
“udah-udah. Ah! Terus Fania, kita kapan mulai introgasiin Rumah lelaki tua itu? Nanti malah keburu lelaki tua itu pulang!”Tanya Vidi.
“Jangan Tanya gue! Tanya sama Andi! Kan gue cuman ngasih Rencana doang!” Jawab Fania.
“Kok gue sih?”Tanya Andi.
“yeee gimana sih? Kan Lu yang ngajak kita semua disini buat nemenin lu ngeintrogasi Rumah Lelaki tua itu! Gimana sihh lu?” Kata Vidi.
“oh iya. Gue lupa! Yaudah sekarang aja! Mumpung ibu sama ayah gue belum pulang! Masih keburu ini kok!” Jawab Andi.
“Yaudah!” Lanjut Fania.

   Setelah kami ber4 berunding. Akhirnya kita semua langsung bergegas menjalankan Rencana yang telah dibuat oleh Reno dan Fania. Sehabis kita semua menyiapkan Perlengkapan yang semestinya dibawa. Akhirnya kita semua langsung bergegas kesana. Dengan perlengkapan Senter, Pistor Air, dan Pemukul Baseball.
   Vidi dan Reno langsung berangkat duluan untuk memberi aba-aba, sedangkan Fania dan Andi masih dirumah untuk mendapatkan Aba-aba, sekalian Andi ingin mengambil kunci yang dia dapat ketika Lelaki tua itu tiba-tiba Store.
 
  Setelah Andi mengambil kunci dikamarnya, dia langsung bergegas menemui Fanis yang telah menunggu Andi didepan rumah. Tenyata Fania telah mendapatkan aba-aba dari Reno dan Vidi. Tenyata Rumahnya sudah aman untuk diintrogasi.
“Eh Andi. Lu udah ngambil kuncinya kan? Itu mereka berdua udah ngasi aba-aba. Katanya, rumahnya udah aman. Ayoo cepetan! Gue udah gak sabar banget!” Kata Fania.
“Iya gue juga udah gak sabar! Yaudah ayoo!” Lanjut Andi.
 
  Akhrinya mereka langsung memasuki rumah lelaki tua itu, berhubung Mereka cuman memiliki 1 kunci saja. Makadari itu, mereka masuk kerumah itu bersamaan, tapi mereka bakal berpisah setelah masuk kerumah Lelaki tua itu.
“Eh, Andi Ayoo cepet!” Kata Vidi.
“Iyaaaaaaaaaa Bentar” Kata Andi dari jarak kejauhan. Setelah Fania dan Andi datang, langsunglah mereka bergegas masuk kedalam. Setelah mereka masuk langsunglah, Mereka ber4 merasakan yang tidak enak. Mereka ber4 langsung berpisah, Kalau Fania dan Andi kearah Kanan, dan Arah Kiri itu Vidi dan Reno.

“Eh Vidi.. Nyalain gihh cepetan senternya!” Kata Reno.
“Iyaa!” Lanjut Vidi.
“Ehh liat dehh, Foto lelaki tua itu sama cewek.”kata Reno.
“Eh iya, Liat dehh Disini juga ada buku-buku!” Gumam Vidi. Ternyata isi buku-buku itu berisi Hasil tulisan-tulisan tangan Lelaki tua itu. Dan itu semua berakhir dengan kalimat “ILYSM”.
“nihh mau gue bacain?” Tanya Vidi. Akhirnya Vidi pun membacakan tulisan dari salah satu halaman dibuku tersebut.

Walau kini, kita sudah tak bersama lagi, tapi hati kita tetaplah bersatu.
Apa kau masih ingat Janji-janjiku? Jika kamu masih ingat apa salah satu janjiku tersebut?
Aku masih ingat semua kejadian-kejadian yang kita alami bersama, rasakan bersama, dan jalani bersama
Aku tau itu..
Tetes Air mata ini menandakan. Bahwa betapa rindunya aku, Jika kau tau apa masalah setelah kau tak ada?
JIKA KAU TAU! Apa yang kau rasakan? Buku inilah biasanya menemani setiap harinya jika tak ada dirimu.
Sedih Jika diingat masa-masa kelam yang pahit, Tapi sayang sekali jika tak dikenang.
Aku akan selalu menempati Janji-Janjiku hingga aku Mati. HINGGA AKU MATI!
Tolong pegang omonganku ini, Semoga kamu tenang dialam sana.
Aku selalu mendoakanmu, Aamin..
I Love You So Much Arini.

 Setelah Vidi membacakan isi dari buku tersebut. Vidi pun menyadari bahwa itu sebenarnya itu buku diary Lelaki tua itu.
“Ehh ternyata ini itu buku Diary tau..!” Kata Vidi.
“Iya, juga rada bingung waktu abis lu baca isi dari buku itu. Gue langsung bingung, ituuuu buku yang dibeli ditoko buku atau buku diary? Soalnya liat dong covernya.. Kayak buku belian kan yaa?” Lanjut Reno.

“yaudah ayoo kita lanjutin Cari barang buktinya.” Gumam Vidi.

Komentar