Dipagi hari besoknya
“Hoamm.. Akhirnya gue bisa tidur!
Mimpi apa gue semalem bisa kayak begitu gue ngalaminnya! Semoga ini yang
terakhir kalinya!”Kata Andi.
Pagi ini Aku, dan Reno ingin melanjutkan introgasi rumah yang tepat ada
didepan rumahku. Hari ini juga aku, gak cuman berdua buat menintrogasi rumah
Tua itu, tapi aku ditemani temen dekat kita berdua juga. Mereka berdua namanya
adalah, Fania dan Vida. Fania dan Vida sama-sama teman sekelas kita berdua
disekolah, Fania itu anaknya Pinter, Supel, dan agak tulalit. Kalo Vida itu
anak cantik, pinter juga, tpi agak Kudet.
Ketika kami semua sudah berkumpul dirumah ku, tanpa Tante Sinta. Karena
dia sudah pulang kerumahnya. Akhirnya kita langsung Memikirkan, bagaimana
Rencana untuk memecahkan misteri yang ada dirumah lelaki tua tersebut,
Sementara Lelaki Tua itu sedang dirawat dirumah sakit, kami semua ingin
memanfaatkan waktu untuk Menintrogasi.
“Faniaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Teriak
Vida.
“Vidaaaaaaaaaaaa Hahahaha..”Lanjut
Fania.
“Eh lo kayak apaan tau dehh? Ayo Ndi
kita kayak mereka! Andiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii” Gumam Reno, sambil
berlari untuk memeluk Andi.
“Renooooooooooooooooooooooooo, Lo
semua kenapa sihh? GJ dehh! Haha.. Ehh kita sekarang itu mau cari pemecahan
masalah bukan buat kangen-kangenan. Lagian kita juga baru libur 2hari!”Lanjut
Andi.
“Iya-iya gue tau kokJ lagian emang kenapa sihh? Kan kita
sahabatan :p” Ledek Vida.
“Iya gue tau, tapi apa salahnya sihh?
Kita kangen-kangenan dulu.. BILANG AJA LU KAGAK KANGEN SAMA KITA-KITA?” Tegas
Fania.
“Hahahaha.. Boleh sihh! Yaudah
map-maap!”Lanjut Andi.
“yaudah-yaudah cepetan kalo mau bikin
misi-misinya.”Cemberut Reno.
Dengan basa-basi yang kurang mengenakkan, akhirnya kami semua melanjutkan
untuk membuat Rencana yang ingin kita buat.
“Ehh, Gue punya akal. Gimana kalo
langsung masuk aja sekarang?”Kata Reno.
“Ahh gila lu! Masa langsung nyelonong
aja! Dasar DODOLL”Bingung Vida.
“Iya sihh… yaa terus gimana? Ehh Andi
bantu mikir napa..! Jangan gue doang! Yang lain juga bantuin mikir!” Tegas
Reno.
“Iya gue juga lagi MIKIR!” Lanjut
Andi.
“Ehh gimana kalo kita pake caranya
Reno, tapi kita pake TakTiknya juga. Caranya Kita harus punya Senter, Pistor
Air, sama Pemukul Baseball. Gimana?” Gumam Fania.
“aaaaaaaaaaa Gue setujua sama lo Ni.
Tapi gue gak punya Pemukul Baseboll. Terus gimana?”Kata Andi
“Oh iya gue juga gak punya.. Gimana
dong?” Gumam Reno.
“yaudah.. gapapa! Kalo lo Vida? Punya
gak?” Tanya Fania.
“Iya gue punya. Kan lu tau sendiri
kalo gue itu suka banget main Baseboll” Lanjut Vidi.
“Oh yaudah! Berarti yang punya cuman
gue sama Vidi doang yaa?”Tanya Fania.
“Iya. Terus?” Jawab Reno.
“Berarti nanti kita, berdua-berdua
gitu?” Tanya Vidi.
“iya. Jadi nanti biar gue sama Andi.
Nah kalo lo Vidi, bareng sama Reno yaa! Gimana Setuju gak?” Kata Fania.
“aaaaaaaaaaa Fania.. Gue setuju
banget! Yaudah gpp dah biar gue bareng Vidi aja dahh!” Girang Reno.
“Hahahah! Itu mah mau emang Lu nya aja
yang kepengenan! Mang Vidi pengen bnran?” Tanya Andi.
“Hahahahahahaha!” Lanjut Vidi.
“yeee malah ketawa lagi lu! Gue Tanya
lu mau apa ngga bareng Reno? Kalo ngga mau, biar gue aja yang bareng sama
Reno!” Lanjut Fania.
“iyaiyaiyaiyaiya.. Gue mau! Hmm.. tapi
itu cuman pas masuk doang kan? Abis itu langsungkan kita bareng-bareng?”Tanya
Vidi.
“Huaahahaha.. Tuh kan bener. VIDI ITU
MAU BARENG SAMA GUE!” Ledek Reno.
“udah-udah. Ah! Terus Fania, kita
kapan mulai introgasiin Rumah lelaki tua itu? Nanti malah keburu lelaki tua itu
pulang!”Tanya Vidi.
“Jangan Tanya gue! Tanya sama Andi!
Kan gue cuman ngasih Rencana doang!” Jawab Fania.
“Kok gue sih?”Tanya Andi.
“yeee gimana sih? Kan Lu yang ngajak
kita semua disini buat nemenin lu ngeintrogasi Rumah Lelaki tua itu! Gimana
sihh lu?” Kata Vidi.
“oh iya. Gue lupa! Yaudah sekarang
aja! Mumpung ibu sama ayah gue belum pulang! Masih keburu ini kok!” Jawab Andi.
“Yaudah!” Lanjut Fania.
Setelah kami ber4 berunding. Akhirnya kita semua langsung bergegas
menjalankan Rencana yang telah dibuat oleh Reno dan Fania. Sehabis kita semua
menyiapkan Perlengkapan yang semestinya dibawa. Akhirnya kita semua langsung
bergegas kesana. Dengan perlengkapan Senter, Pistor Air, dan Pemukul Baseball.
Vidi dan Reno langsung berangkat duluan untuk memberi aba-aba, sedangkan
Fania dan Andi masih dirumah untuk mendapatkan Aba-aba, sekalian Andi ingin
mengambil kunci yang dia dapat ketika Lelaki tua itu tiba-tiba Store.
Setelah Andi mengambil kunci dikamarnya, dia langsung bergegas menemui
Fanis yang telah menunggu Andi didepan rumah. Tenyata Fania telah mendapatkan
aba-aba dari Reno dan Vidi. Tenyata Rumahnya sudah aman untuk diintrogasi.
“Eh Andi. Lu udah ngambil kuncinya
kan? Itu mereka berdua udah ngasi aba-aba. Katanya, rumahnya udah aman. Ayoo
cepetan! Gue udah gak sabar banget!” Kata Fania.
“Iya gue juga udah gak sabar! Yaudah
ayoo!” Lanjut Andi.
Akhrinya mereka langsung memasuki rumah lelaki tua itu, berhubung Mereka
cuman memiliki 1 kunci saja. Makadari itu, mereka masuk kerumah itu bersamaan,
tapi mereka bakal berpisah setelah masuk kerumah Lelaki tua itu.
“Eh, Andi Ayoo cepet!” Kata Vidi.
“Iyaaaaaaaaaa Bentar” Kata Andi dari
jarak kejauhan. Setelah Fania dan Andi datang, langsunglah mereka bergegas
masuk kedalam. Setelah mereka masuk langsunglah, Mereka ber4 merasakan yang
tidak enak. Mereka ber4 langsung berpisah, Kalau Fania dan Andi kearah Kanan,
dan Arah Kiri itu Vidi dan Reno.
“Eh Vidi.. Nyalain gihh cepetan
senternya!” Kata Reno.
“Iyaa!” Lanjut Vidi.
“Ehh liat dehh, Foto lelaki tua itu
sama cewek.”kata Reno.
“Eh iya, Liat dehh Disini juga ada
buku-buku!” Gumam Vidi. Ternyata isi buku-buku itu berisi Hasil tulisan-tulisan
tangan Lelaki tua itu. Dan itu semua berakhir dengan kalimat “ILYSM”.
“nihh mau gue bacain?” Tanya Vidi. Akhirnya
Vidi pun membacakan tulisan dari salah satu halaman dibuku tersebut.
Walau
kini, kita sudah tak bersama lagi, tapi hati kita tetaplah bersatu.
Apa kau
masih ingat Janji-janjiku? Jika kamu masih ingat apa salah satu janjiku
tersebut?
Aku masih
ingat semua kejadian-kejadian yang kita alami bersama, rasakan bersama, dan
jalani bersama
Aku tau
itu..
Tetes Air
mata ini menandakan. Bahwa betapa rindunya aku, Jika kau tau apa masalah
setelah kau tak ada?
JIKA KAU
TAU! Apa yang kau rasakan? Buku inilah biasanya menemani setiap harinya jika
tak ada dirimu.
Sedih Jika
diingat masa-masa kelam yang pahit, Tapi sayang sekali jika tak dikenang.
Aku akan
selalu menempati Janji-Janjiku hingga aku Mati. HINGGA AKU MATI!
Tolong pegang
omonganku ini, Semoga kamu tenang dialam sana.
Aku selalu
mendoakanmu, Aamin..
I Love You
So Much Arini.
Setelah Vidi membacakan isi dari buku
tersebut. Vidi pun menyadari bahwa itu sebenarnya itu buku diary Lelaki tua
itu.
“Ehh ternyata ini itu buku Diary
tau..!” Kata Vidi.
“Iya, juga rada bingung waktu abis lu
baca isi dari buku itu. Gue langsung bingung, ituuuu buku yang dibeli ditoko
buku atau buku diary? Soalnya liat dong covernya.. Kayak buku belian kan yaa?”
Lanjut Reno.
“yaudah ayoo kita lanjutin Cari barang
buktinya.” Gumam Vidi.
Komentar
Posting Komentar