Penyesalan Nina

 Penyesalan Nina

Ketika mereka pergi…
Sebuah penyesalan yang dalam datang pada ku…
Aku baru menyadarinya…
Ayah..Ibu.. maafkan aku…
                                                                                                ***
Kringgg…Kringgg… Kringgg…. Jam weker ku pun berbunyi,ini pertanda hari sudah pagi. Huaaa aku masih sangat ngantuk, jadi aku matikan jam weker ku dan kembali tidur.  Tidak lama kemudian…
“Ninaaaa….Nina bangun!! Ini sudah jam 6 pagi!! Mandi lalu sarapan yaa….. Ibu tunggu di bawah!” Arghh berisik sekali orang itu, rasanya jika dia bukan ibu ku aku ingin sekali membentaknya bahwa aku masih sangat mengantuk.
Setelah aku selesai mandi dan berseragam rapi aku pun turun ke bawah untuk sarapan, disana sudah ada ibu,ayah, dan adikku.
“Bu hari ini aku akan berpidato di kelurahan… karna seminggu yang lalu aku memenangkan lomba pidato se-kecamatan bu…” cerita orang yang sangat ingin di perhatikan dan di puji itu, dia adalah adikku, yang bernama Maudy.
“Wah… bagus itu Ibu senang sekali mendengarnya..”sambil mengelus rambut maudy.
“Tuh Nina liat adik mu… dia berhasil memenangkan lomba pidato… kamu jangan mau kalah dong!” sambil tersenyum ke Maudy.
“Maudy mau hadiah apa dari Ayah nak??” kata Ayah
“Emm.. aku engga minta apa-apa kok ayah.” Sambil tersenyum ke Ayah.
Aku hanya diam saja mendengarkan ayah dan ibu memuji-muji Maudy, aku sudah biasa di acuhkan dan dipojokkan seperti ini, Hmm…. Semakin kesal saja aku pada mereka semua.
                                                                                                ***
“Maudy kamu kenapa nak?!! Kenapa  baju mu kotor sekali?!! Kepalamu kenapa berdarah nak?!!”
Bla~Bla~Bla~ ibu ku terus menanyakan  semua dari ujung rambut sampai ujung kaki Maudy, sedangkan aku?!! Aku tidak di Tanya sedikit pun di lihat saja tidak. Kalian tentu penasaran tentang apa yang baru terjadi oleh aku dan Maudy kan??
Aku dan Maudy sekolah di SMA Pembangunan Jaya, aku dan dia pulang pergi bareng ke sekolah  dan aku yang menyetir mobil. Tadi saat perjalanan pulang aku menabrak sebuah pohon besar di pinggir jalan karna Maudy memaksa untuk meminjam ponsel ku. Dan beruntung luka yang kami alami tidak terlalu parah.
“Auuu.. sss..sakit banget kepala gue, ah ini gara-gara Maudy! Lagian ngapain si dia maksa banget buat minjem hp gue??” aku mengomel sendiri di dalam kamar sambil mengobati luka ku.
Tiba-Tiba aku mendengar jaritan Ibu ku meminta tolong, aku penasaran apa yang terjadi di bawah, kenapa aku mendengar Ibu ku menangis meraung-raung seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi?

                                                                                                                                                                To be continue


Pesan Tersirat dari Penulis: Assalamualaikum Wr. Wb. Hi guys :) Kenalin Nama Aku Zahra Azkia.. Makasih udah mau baca.. Ditunggu kelanjutannya yaa

Follow: @zahra_mies (Queenza) dan @JasmineAudrey_ (Miners)

Komentar